Kontingen gabungan Kapanewon Pundong, Kretek, dan Bambanglipuro berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 26–27 Juni 2026 di Pendopo Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak. Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul ini merupakan bagian dari upaya pelestarian seni tradisi sekaligus penguatan eksistensi kesenian kethoprak sebagai warisan budaya yang adiluhung.
Dalam ajang tersebut, kontingen gabungan Pundong, Kretek, dan Bambanglipuro berhasil tampil memukau melalui penyajian yang mengangkat tema sesuai ketentuan festival, yaitu "Mataram Pasca Perjanjian Giyanti". Penampilan yang solid, didukung alur cerita yang kuat, kualitas akting para pemain, serta penataan artistik yang baik, mampu memperoleh apresiasi tinggi dari dewan juri.
Atas penampilan terbaiknya, kontingen gabungan Pundong, Kretek, dan Bambanglipuro berhasil memborong sejumlah penghargaan, yaitu:
Juara I Penyaji Terbaik;
Sutradara Terbaik diraih oleh Eka Madusari;
Pemeran Pria Terbaik diraih oleh pemeran tokoh Dananjaya;
Penulis Naskah Terbaik diraih oleh Ahmad Efendi.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antarkapanewon mampu menghasilkan pertunjukan seni yang berkualitas serta mampu mengangkat potensi seniman lokal di Kabupaten Bantul. Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni kethoprak agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Melalui capaian tersebut, diharapkan semangat berkesenian dan pelestarian budaya semakin tumbuh di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga seni kethoprak tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi media edukasi, hiburan, dan penguatan identitas budaya Kabupaten Bantul.



